Medan, 9 Oktober 2025
Dalam upaya memperkuat tata kelola serta meningkatkan pemberdayaan terhadap para deteni, Direktorat Jenderal Imigrasi menyelenggarakan Rapat Pembahasan Pengelolaan dan Pemberdayaan Deteni serta Implementasi Forum Komunikasi Pengelolaan Deteni dan Pengungsi (FORKOPDENSI) yang digelar di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan, pada Kamis (9/10/2025).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh 13 Kepala Rumah Detensi Imigrasi se-Indonesia, antara lain Rudenim Medan, Pekanbaru, Tanjungpinang, Jakarta, Surabaya, Semarang, Balikpapan, Pontianak, Makassar, Manado, Jayapura, Kupang, dan Denpasar. Dari Rudenim Jayapura, hadir langsung Kepala Rumah Detensi Imigrasi Jayapura, Susetyo Mardhy, yang didampingi oleh Kepala Seksi Registrasi, Administrasi, dan Pelaporan, Arief El Mubarak.
Rapat dibuka dengan laporan kegiatan oleh Agung Pramono, Kepala Subdirektorat Penanganan Deteni dan Koordinasi Penanganan Pengungsi, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Plt. Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman. Dalam arahannya, Yuldi menekankan pentingnya sinergi antar-Rudenim dalam mewujudkan penanganan deteni yang humanis, efektif, dan terukur, sesuai dengan semangat reformasi pelayanan publik di lingkungan keimigrasian.
Selanjutnya, sesi diskusi panel menghadirkan Kepala Rudenim Medan, Purna Satrio, bersama Agung Pramono, yang membahas berbagai tantangan dan inovasi dalam pengelolaan deteni, termasuk strategi pemberdayaan selama masa penahanan administratif. Diskusi berlangsung dinamis dengan seluruh peserta aktif berbagi pengalaman, strategi, dan solusi dalam menghadapi dinamika di lapangan.
Selain itu, forum ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan implementasi FORKOPDENSI sebagai wadah kolaboratif lintas instansi dalam penanganan isu deteni dan pengungsi di Indonesia. Rangkaian kegiatan ditutup dengan visitasi sarana dan prasarana Rumah Detensi Imigrasi Medan sebagai bentuk evaluasi dan pembelajaran bersama.


