Rumah Detensi Imigrasi Jayapura kembali melaksanakan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para deteni sebagai upaya menjaga kondisi kesehatan dan memastikan pemenuhan hak-hak dasar mereka. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (15/9/2025) pukul 14.00 WIT hingga selesai, bertempat di Rudenim Jayapura.
Pemeriksaan kesehatan kali ini menggandeng tenaga medis dari Puskesmas Imbi, dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas, dr. Johanes, bersama seorang perawat. Mereka melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap lima deteni yang berasal dari berbagai negara, yaitu satu orang dari Pantai Gading, satu orang dari Myanmar, satu orang dari Somalia, serta dua orang dari Nigeria. Proses pemeriksaan turut disaksikan dan didampingi oleh Kepala Subseksi Kesehatan Rudenim Jayapura, Sarce Y. Senay.
Selama kegiatan, para deteni menjalani serangkaian pemeriksaan umum, termasuk pemeriksaan fisik dan pengecekan kondisi kesehatan secara menyeluruh. Dari lima deteni yang diperiksa, dua di antaranya mendapatkan pemeriksaan darah untuk memastikan kondisi kesehatan lebih detail. Hasil pemeriksaan darah tersebut akan disampaikan kemudian, sementara tiga deteni lainnya dinyatakan dalam kondisi sehat dan stabil.
Kepala Puskesmas Imbi, dr. Johanes, menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting bagi para deteni, mengingat mereka berada dalam lingkungan yang terbatas dan rentan terhadap masalah kesehatan. “Dengan adanya pemeriksaan ini, kita dapat mendeteksi sejak dini apabila ada gejala penyakit maupun gangguan kesehatan, sehingga dapat segera ditangani,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan fisik, tetapi juga menjadi wujud komitmen Rudenim Jayapura dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Kepala Rudenim Jayapura, Susetyo Mardhy, menegaskan bahwa pihaknya selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh deteni, termasuk dalam pemenuhan layanan kesehatan yang layak dan sesuai standar hak asasi manusia.
Pemeriksaan kesehatan rutin ini juga mencerminkan sinergi positif antara Rudenim Jayapura dan fasilitas kesehatan setempat, khususnya Puskesmas Imbi. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan layanan kesehatan bagi deteni dapat terus terjaga dengan baik, sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab negara dalam memastikan perlindungan dan penghormatan terhadap hak-hak deteni selama menjalani masa penahanan keimigrasian.
Melalui kegiatan ini, Rudenim Jayapura menunjukkan bahwa pelayanan keimigrasian bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan yang wajib dijaga demi terciptanya lingkungan detensi yang sehat, aman, dan bermartabat.




