Dalam rangka memperkuat koordinasi antarinstansi dan menjaga stabilitas keamanan wilayah, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika menyelenggarakan Rapat Tim Pengawasan
Orang Asing (TIMPORA) Tingkat Distrik Mimika Baru, pada Rabu (12/11/2025) bertempat di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Timika.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIT ini dihadiri oleh berbagai unsur instansi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan lembaga teknis terkait lainnya. Rapat dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan dari para pimpinan instansi keimigrasian.
Dalam sambutan pembuka, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua, yang diwakili oleh Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal dan Status Keimigrasian, I Gede Semarajaya, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan fungsi pengawasan orang asing.
“Intinya hari ini adanya diskusi, adanya persamaan persepsi, dan adanya hasil nyata. Kita mencari solusi bersama tanpa ego sektoral. Tidak ada yang paling hebat atau paling dibutuhkan, yang utama adalah kesamaan langkah dalam menangani keberadaan orang asing. Jika ada informasi atau permasalahan, mari dilaporkan dan diselesaikan bersama,” ujar I Gede Semarajaya dalam sambutannya.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Mimika, Fajar Hadiratusi, yang memaparkan data jumlah Warga Negara Asing (WNA) di wilayah kerja Kantor Imigrasi Mimika hingga Oktober 2025.
Tercatat 59 penjamin yang terdiri atas perusahaan dan perorangan dengan total 843 WNA yang berada di wilayah Kabupaten Mimika.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor seperti Pemerintah Distrik Mimika Baru, Kepolisian Sektor Mimika Baru, Koramil Mimika Baru, para Kepala Kelurahan, serta perwakilan dari instansi teknis lainnya.
Diskusi interaktif yang digelar pada sesi akhir menghasilkan sejumlah kesepakatan tindak lanjut untuk memperkuat mekanisme pengawasan orang asing di lapangan, termasuk peningkatan pelaporan dan operasi gabungan di wilayah rawan.
Rapat ditutup dengan doa dan foto bersama seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedaulatan negara di wilayah Kabupaten Mimika.
Melalui kegiatan ini, TIMPORA Distrik Mimika Baru diharapkan menjadi wadah strategis bagi seluruh instansi untuk terus membangun kolaborasi yang kuat, sehingga kehadiran orang asing di wilayah Papua Tengah dapat memberikan manfaat bagi pembangunan daerah, tanpa mengabaikan aspek pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian.