Bandung, 18–23 Agustus 2025 —
Direktorat Jenderal Imigrasi menggelar Kegiatan Penyelesaian Pagu Minus Anggaran Belanja Pegawai Satuan Kerja Keimigrasian Tahun Anggaran 2025 di The Trans Luxury Hotel, Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan keuangan dari berbagai satuan kerja, termasuk Kepala Urusan Keuangan Rina Since Fenetiroma, Bendahara Faradila Wijayanti, dan Staf Keuangan Rizkyanta Merahabia. Dalam sambutannya, Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi, Sandi Andaryadi, menekankan pentingnya langkah antisipatif dalam pengelolaan anggaran. Beliau mengingatkan agar satuan kerja melakukan reviu dan penyesuaian RKA-K/L secara cermat berdasarkan data terbaru, mengoptimalkan penggunaan anggaran internal, serta meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Biro Perencanaan dan Keuangan.
Jika diperlukan, revisi DIPA dapat diajukan untuk memastikan belanja pegawai mencukupi hingga akhir tahun anggaran. Laporan dari Ketua Panitia, Erybowo Radyan Asmono, mengungkapkan bahwa hasil inventarisasi awal menunjukkan adanya kekurangan anggaran (pagu minus) sebesar Rp93,7 miliar. Kekurangan tersebut terdiri dari Rp81,8 miliar untuk belanja pegawai serta Rp11,8 miliar untuk belanja operasional perkantoran dan langganan daya jasa. Sebagai tindak lanjut, kegiatan ini juga mencakup penelaahan awal atas usulan Anggaran Belanja Tambahan (ABT PNBP) serta rekonsiliasi laporan pengelolaan PNBP Visa on Arrival (VoA) semester I 2025 bersama Bank Rakyat Indonesia. Kegiatan ini memiliki dasar hukum yang kuat, mulai dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 107 Tahun 2024 hingga Surat Keputusan Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi tentang penunjukan panitia dan peserta kegiatan.
Narasumber dari Direktorat Jenderal Anggaran serta Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan turut hadir memberikan materi, didampingi oleh tim dari Biro Perencanaan dan Keuangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dalam penutupannya, Kepala Bagian Keuangan Biro Perencanaan dan Keuangan, Suyatno, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi, mulai dari narasumber, pendamping, hingga peserta yang tetap antusias mengikuti kegiatan ini. Ia berharap hasil rakor dapat menjadi solusi nyata dalam menutup pagu minus dan memastikan kelancaran kinerja keimigrasian hingga akhir tahun anggaran.




